Sabtu, 30 April 2011

PERTEMUAN,PERSAHABATAN, DAN PERPISAHAN

Seraut wajah-wajah berbinar-binar
Dalam ranah penuh warna
Dengan ghiroh bergemuruh
Menepikan hasrat yang meluap-luap
Ditepi sudut cahaya yang kian bias
Oleh rumi paradigma duniawi

Wajah-wajah itupun membaur menjadi Satu
dalam kilauan yang begitu indah
laksana rintik-rintik hujan
melebur diatas padang savanna yang begitu luas

Mereka suburkan padang itu
Dengan ruhul jihad yang menggema
Menerobos mengisi setiap relung kehidupan
Tanpa cela sedikitpun…………….
Subhanalloh

---------------------------------------------------------
Uh betapa indahnya……………….
Padang itupun kian menghijau dengan rumput yang menari-nari
Oleh hembusan angin silaturahmi

Mereka terikat erat……………………….
Mereka menyatu dalam jiwa…………….
Mereka melebur dalam raga……………
Mereka membaur dalam sanubari……

Suka dan dukapun mereka lalui
Dalam satu irama penuh instuisi
Membahana dalam satu ikatan suci
Tak peduli perdu yang datang silih berganti

Persahabatan terkadang bagai labyrin
Berkelok-kelok penuh praduga
Tapi begitu indah tiada terperi
Tidak mudah dilupakan
Inna lillahi wainna ilaihi rooji’un

---------------------------------------------------------------
Namun semua itu sedikit ternoda
Oleh fitnah marta yang membakar perdu
Merantai setiap jiwa……………….

Membelenggu setiap raga……….
Mengunci palung sanubari……….
Sehingga ikatan itupun runtuh….

Ambruk luluh dalam hasud…………
Berserakan dalam buih iri hati…….
Melepuh oleh panasnya dengki…
Dan terbakar oleh api amarah…….

Akankah semuanya harus seperti ini ?
Dimanakah hembusan angin dipadang itu ?
Kemanakah rintik-rintik hujan itu ?
Yaa Alloh kembalikanlah hembusan itu
Dalam nyanyian sendu dawai harpa
Alhamdulillahirobbil’alamin………

-----------------------------------------------------------
Yah…………………………………
Alloh telah mendengar semuanya
Kini padang itu telah bersemi kembali
Dengan hembusan anginnya yang tenang
Setelah kemarau yang cukup panjang

Wajah-wajah itupun kembali berbinar
Dalam harmoni nan suci
Laksana kertas putih
Untuk buka lembaran baru

Wahai adik2 dan kakak2ku tercinta
Kini sayonara telah tiba
Tangispun tak bisa kami bendung
Hanya do’a yang bisa terucap

Jemputlah bintang diujung jalan sana !
Gapailah mentari diatas cakrawala !
Dan tebarkanlah wewangian padang ini !
Karena perpisahan bukanlah akhir dari segalanya,,

----------------------------------------------------------------

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar